Kenapa Kunci C Terdiri Dari Nada C, E, dan G?

C

Sekedar berbagi apa yang saya pahami…

Kunci C mayor dan tangga nada C adalah default dalam permainan musik, karena jika dipaparkan dalam C = Do, maka diperoleh susunan nada-nada mayor sebagai berikut:

C – D – E – F – G – A – B
Do – Re – Mi – Fa – Sol – La – Ti

Jika dibandingkan, misal, dengan D = Do:

D – E – F# – G – A – B – C#
Do – Re – Mi – Fa – Sol – La – Ti

terdapat dua nada minor, yaitu: F# dan C#, yang dibunyikan.

Dalam permainan gitar, misalnya, seperti tampak pada gambar di atas, nada yang dibunyikan dari keenam senar gitar tersebut adalah:

1 – E, 2 – C, 3 – G, 4 – E, 5 – C, 6 – E

Tampak bahwa kunci C mayor terdiri dari nada C, E, dan G.

Pertanyaan kritis yang timbul tentu: KENAPA?
Kenapa bukan C, D, dan E?
Atau, kenapa bukan C saja?

Sebelum itu, ditinjau dulu beberapa bagian ilmu akustik…

Salah satunya dalah rentang pendengaran manusia normal, yaitu dari 20 Hz hingga 20.000 Hz (20 kHz) –> salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan dalan acara kuis “Are U Smarter Than A 5th Grader?“.

Dalam rentang tersebut, frekuensi fundamental (pitch) yang dapat dihasilkan oleh alat musik, misal, piano, adalah antara 27,5 Hz (nada A0) hingga 4186 Hz (nada C8). Dengan kata lain, rentang nada yang dapat dihasilkan oleh alat musik adalah sekitar 8 oktaf. Lebih tinggi dari nada C8 terbatas untuk dihasilkan, salah satunya karena keterbatasan dimensi, misal, panjang senar atau kolom tabung resonansi.

Nah… berbicara tentang resonansi pada senar atau kolom udara, tentu berhubungan dengan rangkaian harmonik yang disebabkan oleh resonansi tersebut, yang merupakan kelipatan bilangan bulat dari harmonik awal.

Misal, nada C3 (131 Hz) yang dipakai sebagai harmonik awal, maka memiliki harmonik berikutnya adalah:

Harmonik ke-2: 262 Hz (C4) = 2 x 131 Hz
Harmonik ke-3: 393 Hz (G4) = 3 x 131 Hz
Harmonik ke-4: 524 Hz (C5) = 4 x 131 Hz
Harmonik ke-5: 655 Hz (E5) = 5 x 131 Hz
Harmonik ke-6: 786 Hz (G5) = 6 x 131 Hz
dst…

Sehingga jelas bahwa nada C memiliki hubungan harmonik dengan nada E dan G.

Contoh lain, misal nada A3 (220 Hz) yang dipakai sebagai harmonik awal, maka memiliki harmonik berikutnya adalah:

Harmonik ke-2: 440 Hz (A4) = 2 x 220 Hz
Harmonik ke-3: 660 Hz (E4) = 3 x220 Hz
Harmonik ke-4: 880 Hz (A5) = 4 x 220 Hz
Harmonik ke-5: 1.100 Hz (C#6) = 5 x 220 Hz
Harmonik ke-6: 1.320 Hz (E6) = 6 x 220 Hz
dst…

Sehingga tampak bahwa nada A memiliki hubungan harmonik dengan nada C# dan E, sebagaimana yang dapat dilihat dalam susunan nada A = Do:

A – B – C# – D – E – F# – G#
Do – Re – Mi – Fa – Sol – La – Ti

Skala di atas diadopsi dari Skala Helmholtz yang telah disamakan (equal tempered scale) dan di luar badnote.

~dR

About these ads

3 Responses

  1. iiih…gw dulu ngerti nih waktu SMA tentang resonansi ini…helmholtz2 dah. tapi ga ngerti buat apa. :D nah sekarang kebayang buat apa, tapi ga lupa cara ngerjainnya. peace out. :D

  2. iiih…gw dulu ngerti nih waktu SMA tentang resonansi ini…helmholtz2 dah. tapi ga ngerti buat apa tuh dulu. :D nah sekarang kebayang buat apa, tapi uda lupa cara ngerjainnya. peace out. :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: