Guyon-Yook 7th

Guyon-Yook adalah komunitas mailist humor terbesar di Indonesia, dimana telah 7 tahun berdiri dan hamba telah bergabung sejak awal. Banyak humor2 segar diperoleh dari komunitas ini.

Berikut kata sambutan Ketua RT Guyon-Yook, hehee ……….

***

Di Hari Ulang Tahun yang ke-7 Guyon-Yook, dini hari tadi mulai pukul 00.00 WRG (Waktu Republik Guyon-Yook)
Para SELEBRITI berkumpul (sambil Sahur Bersama) menyampaikan komentar di hadapan semua jaringan TV Nasional dan Lokal, 77 TV Internasional, 777 saluran radio swasta lokal maupun interlokal, yang disiarkan secara LIVE dari pusat Guyon-Yook Tower Lt. 777 (gilee … tinggi beneer).

Ini lah cuplikan komentar para selebiriti :

Jangan tanyakan apa yang sudah diberikan Guyon-Yook kepada kita
Tapi tanyakan apa yang sudah kita berikan kepada Guyon-Yook
(Kennedy, 1965)

Besok aku akan melesakkan gol ke-7 musim ini ke gawang
Demi memperingati HUT Guyon-Yook ke-7
(Wayne Rooney, Top Skor Sementara Liga Inggris, 2009)

Waktu latihan untuk lomba besok, saya sengaja berhenti di lap ke-7
Karena inget Guyon-Yook ulang tahun yg ke-7 !!
(Valentino Rossi, 2009)

Kunci sukses Barcelona meraih Treble Winner tahun ini
Karena para pemain bergabung Guyon-yook, sehingga bermain dengan enjoy
(Coach Guardiola, 2009)

Terpuruknya Team Argentina di penyisihan Piala Dunia saat ini
Karena pelatih Maradona melarang pemain bergabung di Guyon Yook
(Lionel Messi, 2009)

Happy Birthday Guyon-Yook buat energi ketawa jadi roso … roso.
(Mbah Marijan, 2007)

Kemenangan saya di pemilihan kemarin dengan hanya satu putaran
Tidak lain karena banyak guyonan yang saya ambil dari Guyon-Yook saat pidato kampanye
Sehingga membuat rakyat merasa gembira dan bahagia
(SBY – Lurah Suka Damai, 2008)

“Saudara2 sekalian, rekan beda nasib dan beda penderitaan
Marilah kita sama2 meningkatken rasa cinta kita pada Republik Guyon-Yook
Kebanggaan bangsa mailist ini di ulang tahun ke-7
Semoga Godfather sebagai pimpinan tertinggi di republik ini
Diberikan kesehatan lahir batin … maksute gak gilagitcu.”
(Soeharto, Bapaknya Si Budi, anak SD Inpres 06 Kel. Sumber Waras)

“Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umur panjang, boleh kita numpang mandi lagi”
(Obama, 2009)

“Gara2 kepelet sama Guyon-Yook, aku dicerai sama Anang”
(Krisdayanti – Penjual Jamu Gendong di Pasar Minggu)

“Sebenarnya kenapa saya menceraikan KD .. ??
Yaah .. karena saya lebih cinta Guyon-Yook
Saya minta kawan2 pers untuk bertindak adil kepada saya”
(Anang, Penjual Sate Madura)

“Saya minta Komisi VII DPR-RI, untuk segera melakukan Hak Angket
Agar Hari Ulang Tahun Guyon-Yook menjadi Hari Libur Nasional”
(Tukul- Tukang Pukul Pasar Tanah Abang)

Satukan Tekadmu…
Kobarkan Semangatmu…
Guyon-Yook selalu Bersamamu…
Ayo… Ayo… Guyon-Yook…
Hari ini kita harus menang…
(Aremania, 1987)

“Hahahaa … bangun tidur …tidur lagi
Hahahaa … habis bangun terus mandi … jangan lupa senam pagi … kalau lupaa …
Tidur lagi … Hahahaa … I Love U Full …
(Mbah Surip, 2009)

“Begadang jangan begadang, kalau tak ada artinya
Begadang boleh saja kalau ada duitnya”
(Jamal, Hansip RT07 / RW07)

“Aya’ aya’ wae, capek deehh … masak gak tahu
Kalau Guyon-Yook sangat relevan dan significant bagi negara”
(Wapres JK – Republik Mimpi)

“Sedikit-sedikit Guyon-Yook, sedikit-sedikit Guyon-Yook, Guyon-Yook kok sedikit”
(Isa Marshanda – Republik Mimpi)

“Apa? Guyon-Yook? Saya jadi inget Mas Rafi Ahmad
Yang doyan masak pete sambil nyengir sendirian …”
(Yuni Shara – Janda Kembang RT01 / RW 03, Desa Maju Mandur – Indramayu)

“Haiyaa … Guyon-Yook bikin owe liang gembila
Eit tunggu dulu … gobanan owe siapa yang ngambil nih … ??”
(Babah Cui Lan Taek – Penjual TV Bekas)

“Aih … sebel deh … kita lagi enak baca Guyon-Yook digangguin
Sono pergi jauh … ntar cucokrowomu tak pencett … !!”
(Vera, Waria Taman Lawang)

Dalam ulang tahun ke-7 ini, GODFATHER dan OM MODDY mengucapkan :

“Matur nuwun, dank U well, thank you, terima kasih, kamsia, arigato …
Kepada seluruh Anggota Mafioso Guyon-Yook yang telah banyak memberikan kontribusi
Sehingga Guyon-Yook saat ini disegani di seantero penjuru dunia sebagai Mafioso
paling guyon, paling kocak, paling lucu, paling ngakak, paling ngocol, paling ndagel, paling funny, dan paling- paling deh.”

Republik Guyon-Yook, 11 September 2009

MERDEKA !!

Godfather dan Om Moddy
(sambil ngorok ketiduran)

Malatua Kada

Malatua Kada sebenarnya adalah kegiatan menanti malam qadar (lailatul qadar), nan oleh orang kampung hamba sering dipercepat penyebutannya menjadi “malatua kada”, alih2 dari kalimat “mananti lailatul qadar”. Hehee ……….

Padahal sebenarnya “malatua kada” memiliki makna ambigu, nan juga dapat berarti “melepuh koreng” atau bisa juga “bisul pecah”, hahahaa ……….

Ampun Mandeh

Den susun jari nan jo kapalo
Duduak basimpuah di kaki Mandeh
Mamintak izin sarato do’a
Denai ka pai ka tanah subarang

Tingga lah kampuang nan jo halaman
Tingga lah ranah nan jo tapian
Pintak jo pinto denai kini ko
Cubo marantau ka nagari urang

Salamaik tingga kampuang den cinto
Sanak sudaro sarato bundo

Oh, Tuhan Nan Maha Kuaso
Sampaikan juo mukasuik hati
Jikok lai untuang nantik barubah
Den jajak juo kampuang halaman

Jalan Panjang

Panjang jalan ka Lubuak Buayo
Tukak taranak di dalam aia
Di siko denai mako tabedo
Maranuang aruih aia ka hilia

Aia nan tanang mahanyuikkan
Hilia nan lapeh ka muaro
Jo hati sanang Adiak bajalan
Sarato salam badan ambo

Hanyo sapatah denai pasankan
Janji kito usah dilupokan
Usah Adiak lah pancameh bana
Urang pancameh mati hanyuik

Adiak Kanduang balahan diri
Kok karam biduak kito baranang
Samo taguah lah kito bajanji
Nan rumik mati salah surang

RUU Amandemen Status Perkawinan di KTP

Status perkawinan dalam KTP tengah digodok oleh DPR. Pengisian kolom status perkawinan dalam KTP masih terus dipertanyakan. Pada pelaksanaannya saat ini digunakan istilah “KAWIN” bagi yang telah menikah dan “TIDAK KAWIN” bagi yang belum. Tentu saja “TIDAK KAWIN” berkonotasi orang tersebut tidak akan kawin atau tidak ada keinginan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Penggunaan istilah inilah yang terus menjadi masalah dan diperdebatkan mulai dari Bidang Kajian & Pembinaan Bahasa Indonesia di Departemen Pendidikan Nasional hingga tingkat DPR-RI. Banyak yang berpendapat bahwa penggunaan kata “Tidak Kawin” atau “Kawin” tidak tepat lagi.

Kajian yang telah dilakukan membawa pada kesimpulan bahwa istilah tersebut akan lebih tepat menggunakan frase lain sesuai dengan tingkat usia penduduk. Kajian yang melibatkan Pusat Kajian & Pembinaan Bahasa serta Fakultas Sastra dari beberapa universitas terkemuka telah merumuskan frase-frase tersebut sesuai dengan tingkat usia.

Adapun rencananya, rumusan ini akan segera diajukan ke DPR untuk digodok kembali sehingga dapat menjadi peraturan resmi atau bahkan Undang-Undang yang berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia.

Berikut ini adalah draft rancangannya :

USIA …………….. STATUS SINGLE …………….. STATUS MENIKAH

17-20 …………… Belum Kawin ………………… Keburu Kawin
21-25 …………… Kepingin Kawin ……………… Terlanjur Kawin
26-30 …………… Kapan Kawin ………………… Kenapa Kawin
31-35 …………… Nggak Sanggup Kawin …….. Telat Kawin
36-40 …………… Nggak Laku Kawin ………….. Menyesal Kawin
41-45 …………… Nggak Kawin-Kawin ………… Beberapa Kali Kawin
46-50 …………… Nggak Kepingin Kawin ……… Lupa Sudah Kawin
51-60 …………… Mungkin Nggak Kawin ……… Apanya Yang Kawin
60 ke atas ……… Tidak Bakal Kawin ………….. Boro-Boro Kawin

Hiduik di Rantau

Tapana hati di pasia putiah
Lamunan tinggi … tamanuang
Sasayuik mato mamandang
Lautan laweh mambantang

Jauah di tapi langik … di baliak awan
Di sinan den dilahiakan … Minang den sayang

Tangiang juo di talingo
Carito nan den dangakan
Hiduik di nagari urang
Nan bagalimang cahayo

Mako denai marantau … tingga lah kampuang
Tagadai sawah jo ladang … tingga di rantau urang

Tingga kulik pambaluik tulang
Badan kuruih, rasaki malang
Dapek pagi, abihnyo patang

Sakik, sakik … sakik lah surang
Imbau, imbau … tido nan datang
Badan sansai tingga sabatang … hiduik di rantau urang
Malang, dirunduang malang … hiduik di rantau subarang

Takana tampek di Taluak Bayua
Di sinan denai dilapeh
Sasayuik mato mamandang
Mamandang … denai tabayang

Jauah di baliak awan … di Ranah Minang
Di sinan den dilahiakan … Minang den sayang

Badan tingga sabatang … hiduik di rantau urang
Malang, dirunduang malang … hiduik di rantau subarang
Kadang lalok bagaluang … dingin badan tak makan
Badan lah tingga tulang … ka ma ka dikadukan

Bang One

Bang One

Belakangan ini hamba adalah penonton setia acara berita di TV One, meski kadang berita nan disampaikan agak hiperbuas dan sering “dulu bajak pado jawi“. Hal nan membuat hamba tertarik adalah tokoh karikatur Bang One.

Semula hamba mengira bahwa Bang One mirip dengan karikatur Om Pasikom nan ditulis oleh Putu Wijaya di harian umum Kompas, ternyata beda !!

Mungkin orang tertarik dengan Bang One karena bahasannya nan lugas dan kritik nan tajam, tetapi hal nan membuat hamba tertarik adalah ………. apalagi kalau bukan logat Bang One nan kental kali nuansa Minangnya (toto’ bana ko haa !!).

Ya ………. figur di balik Bang One adalah Karni Ilyas, nama lengkap Sukarni Ilyas, S.H. Lahir di Bukittinggi, 25 September 1952. Pendidikan dari SD hingga SMA dijalani di Kota Padang : SD Negeri 3 Padang (1959-1965), SMP Negeri 5 Padang (1965-1968), dan SMEA Negeri 1 Padang (1968-1971). Kemudian beliau melanjutkan ke Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta (1972-1973) dan Fakultas Hukum, Universitas Indonesia (1975-1984).

Karir beliau di bidang jurnalistik dimulai sebagai wartawan di harian umum Suara Karya (1972-1978), kemudian dilanjutkan ke majalah Tempo selama beberapa periode (1978-1986 dan 1992-1994), disamping itu juga di majalah Forum (1991-2000), dan Direktur Pemberitaan di SCTV dari tahun 2000 hingga kini.

Dulu Copet, Sekarang Rampok

Berawal dari jurnalis tangguh, kini Karni Ilyas dikenal sebagai pengelola media bertangan dingin, sebab ke manapun beliau hinggap dan mengelola sebuah media — hampir dapat dipastikan media itu tumbuh, maju, dan berkembang.

Lebih jauh, beliau juga dikenal dengan jaminan ekslusifitas beritanya — Masih ingatkah peristiwa penggerebekan rumah nan disinyalir menjadi markas kelompok teroris Dr. Azhari di Malang dan Wonosobo, Jawa Timur beberapa tahun lalu ?? Saat itu, hanya satu stasiun televisi swasta nan menyiarkannya untuk pemirsa. Stasiun TV nan saat itu — belum gena dua bulan beliau bergabung di dalamnya. Saat di Tempo, beliau juga satu-satunya wartawan nan berhasil menguak kasus korupsi di Pertamina — nan melibatkan tokoh utama Pertamina saat itu, Ibnu Sutowo.

Daftar Pustaka

http://urangminang.wordpress.com/2008/03/12/karni-ilyas
http://yuswae.wordpress.com/2007/12/12/karni-ilyas

10 Spooky Spots on The Jakarta

1. RUMAH PONDOK INDAH

Lokasi : Jl. Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Fenomena : Penampakan hantu bapak-bapak dan perempuan.

Sejarah : Masih ingat ramainya pembicaraan di akhir September 2002 tentang hilangnya seorang tukang nasi goreng di depan rumah kosong ini? Kejadian ini jadi menghebohkan karena di depan rumah tersebut hanya tertinggal gerobak nasi gorengnya.
Konon katanya, malam sebelum hilang tukang nasi goreng tersebut hendak mengantar nasi goreng yang dipesan oleh seorang perempuan ke dalam rumah. Namun, ia tak pernah keluar lagi.
Mengenai sejarah rumah itu, konon seisi keluarga pemilik rumah ini tewas dalam peristiwa perampokan bermotif persaingan bisnis. Sejak itu, banyak orang yang lewat kerap melihat jelmaan hantu seperti hantu bapak-bapak dan hantu perempuan.
Namun, akhir-akhir ini sudah tidak banyak kejadian horor yang dilaporkan terjadi di rumah ini. Bahkan beberapa waktu lalu, rumah ini sempat dijadikan tempat bermalam para tunawisma.

Testimonial : Sekitar tahun 2002, Nurdin (32), penjual gulai dan soto di sekitar Pondok Indah, mengaku pernah melihat hantu yang menyerupai bapak-bapak hilir-mudik di halaman depan rumah ini.

2. TAMAN KOTA LANGSAT, MAYESTIK

Lokasi : Di belakang Pasar Burung Barito, Jakarta Selatan.

Fenomena : Kuntilanak dan genderuwo.

Sejarah : Taman Langsat ini sebenarnya merupakan fasilitas olah raga dan bersantai yang cukup lengkap, di dalamnya tumbuh pepohonan yang asri. Hanya saja tidak banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini, karena sepi taman kota ini pun menjadi angker, terutama pada malam hari. Konon pada malam hari, warga kerap melihat kuntilanak di pohon-pohon di Taman Langsat.

Testimonial : Kisah hantu dan orang-orang yang kesurupan bukan lagi barang baru bagi Ibu Rahmat (34), penjual rokok di tepi taman Langsat, yang sudah 25 tahun membuka kios rokok tersebut. Suatu ketika, tamu yang sedang kongkow di warungnya pernah pamit pada jam 1 pagi karena mengaku melihat genderuwo.
Setiap kali berjaga malam, Syamsuri (21), satpam yang telah bertugas selama 3 tahun di Taman Langsat, sering mencium bau-bau aneh dan mendengar suara-suara tertawa yang tak jelas sumbernya.

3. RUMAH KENTANG PRAPANCA

Lokasi : Jl. Dharmawangsa No. 9, Jakarta Selatan, persis di sebelah salah satu club terkemuka di daerah ini.

Fenomena : Hantu anak kecil.

Sejarah : Konon di rumah ini ada seorang anak kecil yang terjatuh ke dalam kuali yang sedang digunakan untuk merebus kentang. Apabila Anda sedang ‘mujur’ dan lewat di depan rumahnya, Anda dapat mencium aroma kentang rebus dan mendengar suara anak kecil menangis.

Testimonial : Agip (24) sudah menjaga kios rokok di depan rumah ini sejak tahun 1997. Agip mengaku sering mencium aroma kentang rebus, terutama menjelang malam, meskipun rumah kosong ini sempat ramai karena disewa oleh ekspatriat.

4. LINTASAN KERETA BINTARO

Lokasi : Bintaro, Jakarta Selatan.

Fenomena : Makhluk menyeramkan korban tabrakan kereta.

Sejarah : Pada 19 Oktober 1987, terjadi kecelakaan kereta yang menewaskan ratusan orang di dekat Stasiun Sudimara, Bintaro. Di lintasannya sendiri juga sudah berulang kali terjadi kecelakaan yang memakan korban nyawa. Konon, lintasan ini dianggap angker karena sering terdengar suara orang menangis dan menjerit.

Testimonial : Imam (31), teknisi rel yang bekerja sejak tahun 1996. Ia pernah melihat makhluk yang wujudnya seperti orang berbalut sarung hitam. Meski kereta sudah bolak-balik lewat melindasnya, makhluk ini tak mau pergi seperti sengaja meledek. Akhirnya di rel tersebut diadakan pemotongan kerbau. Ia juga pernah bertemu makhluk serupa perempuan Belanda di zaman kolonial, dan kuntilanak melintas di rel.

5. JEMBATAN ANCOL

Lokasi : Jembatan Ancol (eks-jembatan goyang), Pantai Ancol, dan daerah lain sekitar Ancol, Jakarta Utara.

Fenomena : Siti Ariah — Si Manis Jembatan Ancol (populer dengan sebutan Maryam setelah kisahnya diangkat ke layar kaca).

Sejarah : Pada 1995, seorang pelukis di Ancol didatangi seorang perempuan yang meminta dilukis. Ketika pelukis baru menggambar setengah bagian tubuhnya, perempuan itu menghilang. Warga percaya bahwa perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol.
Mitos ini sudah dimulai puluhan tahun sebelumnya. Di tahun 60-an ketika daerah Ancol masih berupa empang-empang, seorang pendayung perahu pernah bertemu dengan Si Manis. Perempuan itu naik perahu malam-malam dan membayar pendayung tersebut dengan daun. Keterangan ini didapat dari Kostan Simatupang (65), seorang fotografer keliling di Ancol, teman dari pendayung perahu tadi.

Testimonial : Anshori (38), penjual rokok di dekat pintu keluar Ancol, mengaku pernah melihat Siti Ariah dari dekat. Ia membuka pertama kali kios rokoknya di sini pada 1990, tepatnya di samping jembatan goyang. Saat itu malam Jumat, Anshori sedang menunggui kiosnya, agak gerimis. Sekitar pukul 1 pagi, lewat seorang perempuan. Ketika sudah agak jauh, perempuan itu berbalik arah menghampiri kios Anshori sembari tersenyum. Anshori menyapa perempuan yang dikiranya calon pembeli dagangannya itu. Jarak Anshori dengan perempuan itu kira-kira 50 cm. Menurut Anshori, perempuan itu berwajah manis, serta memakai kemeja kuning dan rok abu-abu. Setelah ditanya hendak belanja apa, perempuan itu menghilang.
Meski tidak memakai pakaian serba putih, Anshori yakin perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Semenjak kejadian itu, Anshori merasa dagangannya kian laku dan rejekinya semakin lancar.

6. KLENDER

Lokasi : Klender, Jakarta Timur.

Fenomena : Makhluk korban kebakaran kerusuhan Mei 1998.

Sejarah : Saat kerusuhan Mei tahun 1998, ada salah satu pertokoan di daerah Klender yang dijarah dan dibakar massa.
Kebakaran ini menyebabkan ratusan korban jiwa, di antaranya pegawai pertokoan, pengunjung, dan para penjarah. Usai kerusuhan tersebut, dilaporkan banyak kejadian aneh, misalnya, segerombolan orang menyetop angkot di depan pertokoan, ketika sudah jalan sekitar 100 meter, semua penumpang angkot tersebut wajahnya berubah menjadi hangus.
Semenjak pertokoan ini dibangun dan ramai kembali di tahun 2000, sudah tidak banyak lagi kejadian mistis di sekitarnya. Ini mungkin juga karena warga masih menghormati dan memperingati hari berkabung setiap tanggal 14 Mei. Namun demikian, menurut penuturan warga, jika Anda duduk sendiri di sebelah booth telepon koin di halaman pertokoan pada malam Jumat pukul 1 pagi, Anda akan ditemani oleh sosok lain di dekat Anda. Dahulu, sekitar 15 jenazah korban kerusuhan sempat ditampung sebelum dievakuasi di sekitar telepon umum tersebut.

Testimonial : Ali (21) warga asli Klender, pada 2002, bersama dua orang sepupunya melakukan ghost-hunting di basement salah satu pertokoan di daerah Klender. Saat itu hari Rabu malam, ia membakar kemenyan dan madat, serta membawa sesajen berupa kopi hitam. Sekitar jam 2 pagi tercium bau daging terbakar yang sangat menyengat. Tak berapa lama kemudian, muncullah dua sosok makhluk;
yang satu penuh darah di sekujur tubuhnya, yang satu lagi hangus terbakar dengan tubuh yang tak lengkap.

7. TEROWONGAN CASABLANCA

Lokasi : Jl. Basuki Rachmat, Jakarta Timur.

Fenomena : Sosok menyeberang jalan, di antaranya nenek-nenek bersama cucunya dan perempuan cantik.

Sejarah : Dibangun di atas tanah pekuburan, terowongan Casablanca terbilang angker. Menurut beberapa warga Casablanca, ketika pembongkaran kuburan tersebut, bahkan ada 1 jenazah yang masih utuh. Dari terowongan Casablanca sampai kira-kira radius 40 meter sesudahnya, banyak terjadi kecelakaan yang penyebabnya tidak masuk akal. Biasanya karena pengendara motor atau mobil melihat sesosok perempuan tiba-tiba menyeberang di hadapan kendaraannya, sehingga pengemudi kendaraan tiba-tiba banting setir dan menabrak pembatas jalan. Menurut warga, ada baiknya ketika melewati terowongan ini, pengemudi kendaraan membunyikan klakson untuk “menyapa” penghuni terowongan.
Akhir tahun 90-an, seorang laki-laki separuh baya ada yang menggantung diri dengan spanduk di sini. Jadilah tempat ini semakin angker.

Testimonial : Menurut Ibu Yati Mustofa (43), warga yang tinggal di dekat terowongan Casablanca, warga kerap mendengar suara tangisan, ketika sumber bunyi dihampiri, suara itu berpindah-pindah.

8. LUBANG BUAYA

Lokasi : Pondok Gede, Jakarta Timur

Fenomena : Arwah korban G.30S dan aura penyiksaan yang masih terasa.

Sejarah : Pada 30 September 1965 , ditemukan jenazah 6 orang jenderal dan seorang letnan TNI dikubur di dalam sumur ini. Di sebelah sumur tersebut, terdapat ruang yang di dalamnya terisi patung patung patung replika dan terdengar suara yang menceritakan penyiksaan terhadap ketujuh pahlawan tadi. Di sebelah ruangan tadi terdapat dua rumah lengkap dengan perabot asli. Rumah-rumah tadi disebut sebagai pos komando dan dapur umum pasukan PKI. Kemudian, dibangunlah Monumen Pancasila Sakti untuk menghormati jasa ketujuh pahlawan tadi.

Testimonial : Hartono (48), warga Lubang Buaya, sudah tak asing lagi dengan cerita penampakan di sekitar lokasi museum dan sumur. Dia banyak mempunyai teman yang bercerita pernah melihat sosok kuntilanak bila melewati daerah Lubang Buaya di malam hari. Namun dia tak pernah menyaksikan sendiri.
Seorang petugas penjaga loket Sumur Maut yang tidak mau disebutkan namanya mengaku pernah mendengar suara derap sepatu boots
seperti tentara yang sedang berbaris di suatu malam.

9. TPU JERUK PURUT

Lokasi : Kelurahan Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Fenomena : Pocong, tuyul, kuntilanak, kuntilanak-laki, and if you’re lucky, Pastur Kepala Buntung.

Sejarah : Pada tahun 1986, seorang penjaga makam TPU Jeruk Purut yang sedang jaga malam melihat sesosok pastur tak berkepala melintas di antara makam. Pastur itu menenteng kepalanya sendiri dan di belakangnya, ikut seekor anjing. Konon, pastur ini “salah pulang”. Ia mencari-cari makamnya yang sebenarnya berada di unit Kristen TPU Tanah Kusir, sedangkan di TPU Jeruk Purut hanya ada unit Islam.
Sapri Saputra, penjaga makam yang melihat pastur kepala buntung itu,
hingga kini masih menjaga makam dan dianggap kuncen atau orang yang dituakan di TPU Jeruk Purut. Kesaksian Bapak Sapri ini kemudian menyebar luas se-Jakarta dan hingga kini “Sang Pastur Kepala Buntung” menjadi legenda horor di Jeruk Purut.
Konon, jika Anda ingin menemui pastur legendaris ini, Anda harus datang pada malam Jumat dengan jumlah ganjil (sendiri atau bertiga).

Testimonial : Sejak kecil, Asmari (34), juniornya Bapak Sapri, telah terbiasa tinggal di areal pemakaman Jeruk Purut. Ayahnya adalah pegawai Pemda yang bekerja di sana. Semenjak lulus SD (1986), Asmari menjadi pengurus makam non-karyawan TPU Jeruk Purut mengikuti jejak ayahnya.
Menurut Asmari, pengalaman bertemu dengan makhluk-makhluk gaib merupakan hal yang biasa baginya; mulai dari pocong, tuyul, kuntilanak, kuntilanak laki, dan lain-lain. Akan tetapi, hingga saat ini dia belum pernah bertemu dengan Sang Pastur Kepala Buntung. “Yang paling jahil itu kuntilanak-laki,” tutur Asmari. Ketika sedang ronda, Asmari pernah ditimpuki kerikil dari atas pohon melinjo oleh makhluk ini.
Tapi, dari semua pengalaman Asmari bertemu dengan makhluk gaib,
yang paling menarik adalah ketika bertemu dengan tuyul. Pada suatu hari menjelang malam di tahun 1986, Asmari hendak pulang ke rumah bersama ayahnya. Mereka melihat seorang anak kecil telanjang bulat berlarian di antara makam sambil tertawa-tawa. Anak itu lalu berteriak meminta uang pada Asmari. Asmari heran karena anak itu tak dikenalnya, sementara ia mengenal semua penduduk di kampung belakang Jeruk Purut. Dulu memang hanya ada satu kampung yang penduduknya tidak terlalu banyak. Ketika ditanya latar belakangnya, anak kecil ini malah lari ke dalam keramat, sebuah rumah makam tradisional Betawi. Asmari mengikutinya hingga ke dalam keramat dan, bisa ditebak, anak itu menghilang.

10. RS DI JALAN SALEMBA

Lokasi : RS di Jl. Salemba, Jakarta Pusat.

Fenomena : Suster Ngesot.

Sejarah : Konon di sinilah asal-usul Suster Ngesot. Selain itu, banyak juga kasus penampakan yang terjadi di bangunan rumah sakit yang cukup tua ini.

Testimonial : Menurut petugas Secure Parking yang tidak mau disebutkan namanya, setiap malam sekitar pukul 2 pagi, sering ada yang mengetuk pos pintu masuk yang terletak di dekat rumah duka. Namun ketika dicek, tidak ada siapa-siapa.
Di UGD sering terdengar bunyi orang main air, ketika dicek juga tidak ada siapa-siapa.
Para satpam yang berjaga malam pernah menemui sosok perempuan. Ketika melihat sosok ini, mereka seperti tersihir dan tidak bisa berteriak atau lari hingga perempuan ini lewat.

Hape dan Tasbih

Dewasa ini hamba mengamati fenomena hape (handphone) telah mampu menggantikan tasbih, karena banyak orang nan sudah sholat langsung mengambil hape dan menekan-nekan tombolnya, sambil bibirnya bergerak-gerak. Positive thinking ………. mereka sedang berzikir :)

Alang Bangkeh

Alang Bangkeh

Tabang malayok sabaliak awan
Maintai ayam di tangah laman
Manukiak turun handak manyemba
Malang ………. panjago basanapan angin

Tarr … !!

Alang tatembak di dadonyo
Kanai hati jo jantuangnyo
Ayam intaian masuak kandang
Kandang nan bapintu ameh

~dR