In Memoriam of Prof. Dr. Ir. Benny Chatib, M.Sc.

http://www.itb.ac.id/news/503.xhtml
http://www.itb.ac.id/news/502.xhtml

Benny Chatib

Mahasiswa angkatan pertama Teknik Penyehatan ITB tahun 1962, Pak Benny, begitu biasanya beliau dipanggil, dikenal sangat tekun dengan ilmu yang digemarinya, engineering. Terlihat dari perjuangan beliau walau sudah gagal untuk lulus di Teknik Arsitektur, beliau masih menyempatkan diri untuk ke Jakarta mencari informasi tentang Teknik Penyehatan ITB, yang baru pertama kali dibuka terpisah dari Teknik Sipil. “Perjuangan selalu membuahkan hasil“, begitulah mental yang beliau tanamkan pada dirinya.

Berbagai kesulitan menyesuaikan diri di ITB sempat juga dirasakan beliau. Sebagai mahasiswa angkatan pertama, ditambah lagi jurusan yang masih sangat baru terbentuk, tentunya membutuhkan mental yang lebih untuk bisa melewati masa sulit tersebut. Kurikulum yang baru terbentuk, uji coba-uji coba, pergaulan baru mewarnai tahun pertama beliau di ITB. Dalam kehidupan berorganisasi beliau bersama teman-temannya merintis mendirikan Himpunan Mahasiswa Teknik Penyehatan (HMTP) dan sempat menjabat sebagai Ketua Himpunan dalam dua masa kepengurusan. Tidak aneh apabila sampai saat ini beliau sangat mencintai profesinya sebagai ahli penyehatan lingkungan.

Berbagai kiprah beliau sendiri terhadap ITB, terutama dalam lingkungan Departemen Teknik Lingkungan merupakan bukti pengabdian sebagai seorang pengajar dan pendidik Ketua Departemen Teknik Lingkungan periode 1983 – 1989 ini juga ikut merintis perubahan nama Teknik Penyehatan menjadi Teknik Lingkungan. Beliau juga aktif beperan serta dalam pendidikan tinggi nasional terutama dalam keilmuan beliau di bidang penyehatan lingkungan. Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Yogyakarta, Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Trisakti, Jurusan Teknik Lingkungan ITENAS, dan Teknik Lingkungan Universitas Pasundan merupakan perguruan tinggi yang sempat merasakan bakti beliau.

Selain berkiprah dalam mengembangkan ilmu teknik lingkungan, beliau juga aktif mengaplikasikan ilmu yang beliau miliki untuk kepentingan bangsa ini. PDAM dan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) adalah tempat beliau mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mencapai teknologi pengelolaan air minum yang profesional terutama dalam hal sumber daya manusianya.

Untuk mencapai cita-cita mulia tersebut, beliau mendirikan Yayasan Pendidikan Akademi Tirta Dharma (AKATIRTA) dengan akreditasi Diploma 3 di Magelang. Obsesi beliau dalam pembinaan sumber daya manusia untuk pengelolaan air minum, adalah mengubah pola pikir bahwa perusahaan air minum bukanlah instansi birokrasi namun merupakan perusahaan yang harus meiliki visi misi yang jelas. Beliau tidak ingin perusahaan air minum hanya memikirkan penggunaan dana berorientasi pada periode pemanfaatan, yaitu bagaimana memanfaatkan alokasi dana dalam satu periode waktu tertentu. Berbeda dengan cara berpikir enterprise yang berorientasi pada pengembangan dana yang dimiliki serta nilai apa saja yang perlu diberikan untuk keuntungan perusahaan.

Beliau juga menyampaikan bahwa tujuan pelayanan pada masyarakat adalah yang terutama, bukan sekedar mengalirkan air. Harus adanya kesepakatan untuk menciptakan air minum yang sehat bagi produktivitas masyarakat yang sehat pula. Masyarakat yang sehat dan produktif akan mengembangkan ekonomi bangsa. Sehingga sasaran akhir untuk mengembangakan negara yang makmur dapat tercapai. Prinsip ini beliau tuangkan dalam 3 kata, “Kebutuhan, Kesehatan, Produktifitas“. Beliau mengharapkan para ahli Teknik Lingkungan dapat menyiapkan diri untuk mengawasi pengelolaan air yang sehat dan memenuhi syarat tersebut.

Sampai saat ini beliau tetap konsisten dengan prinsip beliau untuk pengelolaan air minum yang sehat bagi masyarakat. Pemikiran yang holistik dalam pengelolaan air minum sangat dibutuhkan mengingat ketersediaan sumber daya air minum yang semakin menipis. Pada tahun 1980, beliau menyarankan PDAM juga mengelola “sewerage” dalam kerangka tujuan jangka panjang perusahaan.

Perhatian beliau yang luar biasa terhadap lingkungan bukan hanya pada permasalahan air minum. Pengelolaan limbah dan sampah juga menarik perhatian beliau. Menurut beliau, manajemen sanitary landfill yang profesional adalah jawaban permasalah sampah di berbagai kota di Indonesia. Sanitary Landfill tetap menjadi kekuatan utama dalam menanggulangi masalah sampah di Indonesia. Pengomposan dan pembakaran dapat diterapkan sebagai suplemen sanitary landfill. Pertimbangan beliau adalah permasalahan lingkungan lain akan muncul bila pemerintah mengedepankan konsep pembakaran dan pengomposan. Hanya dibutuhkan pengelolaan sumber daya manusia yang profesional dalam mengelola sanitary landfill tersebut. Masyarakat, pengelola dan pemerintah harus memiliki pengetahuan dan prinsip yang sama dalam pengelolaan sanitary landfill tersebut.

Sebagai sosok pendidik yang telah digelutinya sejak 1968, banyak pengalaman dan prinsip yang beliau tanamkan kepada mahasiswa, rekan-rekan dosen, dan pegawai di lingkungan Departeman Teknik Lingkungan. Beliau sendiri melihat Departemen Teknik Lingkungan ITB saat ini telah menuju kualitas yang semakin bagus dengan dikelola oleh jajaran dosen dengan kualifikasi yang baik. Untuk dapat lebih jauh mendukung perkembangan teknologi lingkungan yang sudah semakin kompleks, beliau mengharapkan afiliasi dan aplikasi Teknik Lingkungan dapat lebih dikembangkan lagi.

Menjawab permasalahan profesionalisme lulusan Teknik Lingkungan, Beliau merasa para dosen teknik lingkungan perlu lebih memantapkan objek dan wawasan para mahasiswa agar tetap berkarya di bidang ini setelah ijazahnya diperoleh. Karena masih banyak lulusan yang masih ragu untuk terjun ke bidang teknik lingkungan. Tidak sekedar lulusan, kaum muda bangsa ini pun harus turut dibina untuk mau menjadi perintis dalam bidang lingkungan. Beliau melihat sendiri banyaknya posisi kosong di bidang pengelolaan lingkungan yang harusnya ditempati oleh para ahli teknik lingkungan. Kepercayaan diri mahasiswa akan keilmuannya adalah jawaban permasalahan tersebut, ungkap beliau.

Profesionalisme dalam kacamata beliau bukanlah sesederhana jika seorang lulusan bekerja di kantor atau perusahaan sesuai dengan ilmu kuliahnya. Bagi beliau tidak masalah jika seorang engineer berpindah jalur dari bidang ilmunya, misalnya ke perbankan. Bukan kah perbankan juga membutuhkan engineer? Beliau berpendapat bahwa sebaiknya jangan karena banknya, melainkan karena mempunyai niat untuk tetap eksis dalam profesi keilmuannya dan dapat memberi jaminan agar investasi tersebut aman dan dapat menguntungkan. “Marilah kita dahulukan pengabdian. Bila kita tekun dan inovatif, pasti ada yang akan membayar mahal untuk itu“, ungkap beliau mengingatkan para generasi muda ITB.

***

Departemen Teknik Lingkungan mengadakan Seminar Sehari dalam acara “Purna Bhakti Prof. DR. Ir. Benny Chatib, M.Sc.“. Bertempat di Aula Timur pada tanggal 30 April 2005. Prof. DR. Ir. Benny Chatib, M.Sc sebagai pembicara pada sesi pertama, membuka seminar ini. Guru Besar Luar Biasa ITB dan AKATIRTA Magelang yang juga merangkap Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Tirta Dharma ini, menjelaskan mengenai pengembangan penyediaan air minum, permasalahan dan tantangan serta peran strategis Lembaga pendidikan dan pelatihan.

Air minum memang menjadi permasalahan yang pelik bagi bangsa Indonesia. Ketersedian air bersih dan kerugian berbagai badan yang terlibat dalam ketersediaan air minum adalah topik utama dalam seminar ini. Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Benny sendiri, sesuai dengan pengalaman beliau, PDAM sebagai institusi pemerintah yang bertanggung jawab dalam hal ini juga selalu mengalami defisit untuk mengelola air minum bagi masyarakat. Belum sampai pada kualitas air bersih, kehilangan potensi air bersih yang sudah ada saja masih menjadi permasalahan yang harus diperhatikan oleh masyarakat dan pemerintah.

Sejalan dengan topik pembukaan Pak Benny tersebut, pembahasan dilanjutkan dalam seminar 2 sesi yang di moderatori oleh DR.Ir. Edwin Kardena. Hadir sebagai pembicara sesi pertama Drs. Goodman Ambarita, MS, yang membahas kondisi dan permasalahan PDAM. Lalu kajian keandalan sumber mata air di Mintakat, Ciremai Utara dalam rangka pengembangan PDAM kota Cirebon oleh DR.Ir. Arwin Sabar, MS. Ir.Achmad Setjapraja, MM. hadir sebagai penutup sesi pertama dengan memaparkan kesiapan PDAM sebagai salah satu instansi penyediaan air minum menghadapi tantangan yang akan datang.

Sesi kedua dilanjutkan dengan tema mengenai “Konsepsi Kebijakan Umum Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Menyongsng Milenium Development Goal di Indonesia“, disampaikan oleh Ir. Poejastanto. Pembicara kedua dalam sesi kedua, Ir. Lintong menyampaikan perihal swastanisasi air minum sebagai salah satu usaha mengatasi permasalahan air minum. Dr.Ing.Ir. Prayatni Soewondo, MS juga turut mengisi seminar sehari ini dengan menjelaskan peran laboratorium kualitas air minum dalam penyediaan air minum.

Dan sesuai tujuan acara seminar sehari tersebut, sebagai penghargaan terhadap Bapak Benny Chatib, keluarga besar Departemen Teknik Lingkungan menutup acara di sore hari nya dengan persembahan dari mahasiswa dan keluarga Departemen Teknik Lingkungan. Penampilan mahasiswa putri Departemen Teknik Lingkungan dengan tarian aceh dan penampilan Unit Minang Kabau menjadi pelepas perpisahan hari tersebut. Bapak Benny sendiri adalah salah seorang aktivis dimasa berkuliahnya, dengan mempelopori berdirinya Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL-ITB). Beliau juga berasal dari Sumatra Barat dan telah menjadi bagian dari keluarga Unit Minang Kabau semenjak berkuliah.

***

Sedikit berkomentar, penampilan tanggal 30 April 2005 tersebut adalah penampilan terakhir di kepengurusan UKM ITB 2004/2005. Berkesan dan momen yang pas – itulah menurut hamba, dimana penampilan terakhir masa kepengurusan hamba ditutup dengan masa purna bakti mantan pembina UKM ITB.

Pak Benny, sampai lebaran tahun lalu juga masih mengirimkan sms ucapan selamat hari raya ke hape hamba dengan ucapan kurang lebih, “Ketua UKM, kami Benny Chatib & keluarga mengucapkan selamat hari raya”, hehee … :p. Hal ini terjadi karena dulu dari pengurus sempat menghubungi beliau pakai nomer hamba, jadi salah kira gitu deh, sampai lebaran kemaren.

Selamat jalan Pak Benny Chatib …🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: