Antara Bulan & Bu(a)lan

Banyak orang memuji keindahan bulan
Sebagai penerang di malam kelam

Pujangga pun banyak merangkai kata
Atas bulat sempurnanya bulan purnama
Atas lengkungnya bulan sabit
Atas separuhnya bulan tujuh hari

Laksana mata bidadari yang bersinar terang
Laksana mata kekasih hati kala terpejam … ceunah

Para pejantan yang sedang kasmaran pun
Acap memuji wajah betinanya
Laksana bulan katanya

Tanpa sang betina sadari makna tersirat
Bahwa mukanya penuh jerawat
Ah cinta … cinta, tahi pun rasa coklat
Ah, dasar jidat!

***

Bulan memang indah kala dipandang
Karena memberikan cahayanya di kala malam
Di saat kita memerlunya

Tidak seperti halnya matahari
Bersinar terik di siang hari
Di saat kita tidak memerlunya
Udah tau siang hari terang, jadi gak perlu matahari kan? Bikin panas dan bau keringat
Demikian orang-orang barat bilang

Tetapi sebenarnya ada kesamaan antara bulan dan bu(a)lan
Bulan bersinar indah, tetapi bukan terpancar dari dirinya
Bulan hanya memantulkan sinar mentari yang jatuh ke permukaannya
Demikian Profesor The bilang dalam Kuliah Umum Fisika Cosmos Populer, 4 tahun nan lalu

Mentari yang dibenci karena panas teriknya
Ternyata menjadi penyebab indahnya cahaya bulan yang kita puji
Sungguh pintar ternyata bulan bermain cahaya

Sungguh kasihan mentari karena tidak mendapat royalti
Atas cahayanya yang dibajak oleh bulan
Menjadi indahnya bu(a)lan cahaya bulan

Tetapi Tuhan Maha Adil …
Dia ciptakan bintang yang banyak untuk tandingi keindahan semu, bu(a)lan sang bulan
Bahkan air di bumi pun merangkak ke langit mencipta awan
Kala banyak terkumpul menjadi hitam, halangi cahaya indah itu
Membuat kita menjadi muram dan berkata, “Langit tidak bersahabat

Satu lagi …
Di balik indahnya sisi bulan yang kita puji
Kita tak pernah mengetahui bagaimana sisi gelap dibelakangnya
Karena kata Neil Amstrong, “Sisi bulan yang menghadap ke bumi selalu itu ke itu saja
Siapa tau di sana terdapat pangkalan alien yang siap menginvasi bumi

“Bersiaplah wahai manusia, jangan tertipu oleh indahnya bu(a)lan cahaya bulan!”

~ Pujangga Tanpa Kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: